Terungkapnya Siswi di Surabaya Disekap-Diperkosa Anggota Gangster

Read Time:1 Minute, 43 Second

Gresik – Setelah peristiwa yang memilukan pada Desember 2025 lalu itu sebenarnya kedua orang tua siswi kelas 2 SMP di Surabaya yang jadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh kakak kelasnya itu tidak tahu apa-apa. Mereka justru tahu bahwa putrinya jadi korban pemerkosaan dari pihak sekolah.
“Awal tahunya itu, saya dipanggil oleh pihak sekolahan anak saya,” kata YWS, ibu korban kepada detikJatim, Sabtu (14/2/2026).

Mendapat panggilan itu, YWS mendatangi sekolah bersama nenek korban. YWS pun kaget ketika disodori surat pertanyaan agar putrinya keluar dari sekolah karena telah melakukan hubungan intim.

YWS pun lemas tak berdaya setelah mendengar dari cerita gurunya. Hal yang membuatnya semakin tidak berdaya adalah ketika pihak sekolah memutuskan untuk mengeluarkan putrinya secara sepihak.

“Padahal, anak saya ini korban lo. Bukannya dapat perlindungan malah dikeluarkan dari sekolah,” terangnya.

YWS pun menyayangkan keputusan sekolah yang mengeluarkan putrinya yang menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan. Apalagi saat itu wali kelas korban yang bernama Masrufah sempat menjanjikan tidak akan mengeluarkan dari sekolah jika berkata jujur.

“Kata anak saya itu, wali kelasnya bilang, kalau jujur nggak akan dikeluarkan dari sekolah. Tapi kalau nggak jujur, maka anak saya dikeluarkan dari sekolah. Tapi sekarang malah dikeluarkan dari sekolah,” tuturnya.

Saat ini, lanjut YWS, putrinya masih mengalami trauma berat karena seluruh sekolah mengetahui hal yang telah menimpa dirinya. Apalagi putrinya yang menjadi korban dikeluarkan dari sekolah bersama pelaku.

“Anak saya masih trauma. Saat ini saya bingung mau dipindahkan ke sekolah mana lagi,” katanya.

Sebelumnya, seorang pelajar kelas 2 SMP menjadi korban penyekapan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang anggota Gangster. Korban disekap hingga diperkosa di rumah kosong Desa Randegansari, Driyorejo, Gresik.

Ayah korban CEY menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025. Namun pengalaman pahit yang dialami putrinya baru diketahui sang ayah pada 15 Januari 2026.

Hari itu korban pamit ke ayahnya keluar rumah mau bakar-bakar bersama teman-teman sekolahnya. Saat itu CEY tak menaruh curiga. Dia mengizinkan putrinya untuk pergi.

“Pamitnya pergi bersama teman-temannya bakar-bakar sekitar pukul 2 siang. Karena memang waktu itu hari Sabtu saya beri izin,” kata ECY.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Polda Metro Ungkap Jaringan Narkoba, Ganja 9,4 Kg Disita dan Tiga Orang Ditangkap